PERLUASAN KESEMPATAN BELAJAR


Banyuwangi - Kinerja Gerakan Daerah Angkat Anak Putus Sekolah (Garda Ampuh) yang digalang Pemkab Banyuwangi selama hampir setahun tercatat mampu mengentaskan 5.093 anak putus sekolah.

Sejak diluncurkan pada Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2016 lalu, kini tersisa 98 anak putus sekolah. Semuanya saat ini sedang dalam proses penanganan agar bisa menuntut ilmu secara formal.

"Selain berdampak langsung menyelamatkan masa depan anak, gerakan ini memperkuat solidaritas sosial masyarakat, karena semua ikut serta membantu, tidak hanya Dinas Pendidikan, tapi juga ormas, dunia usaha, tokoh masyarakat, dan sebagainya," ujar Anas saat menggelar Rapat Koordinasi Bidang Pendidikan di Banyuwangi, di aula Rempeg, Kamis (5/1/2017).

Terkait sisa 98 anak putus sekolah yang belum dientaskan, sambung Anas, pihaknya masih melakukan pendekatan. Lantaran sebagian dari anak putus sekolah itu sudah benar-benar tidak mau bersekolah.

"Memang ada yang meski sudah didekati, tetap tidak mau sekolah. Pusing juga kita. Tapi ini terus diusahakan, termasuk melibatkan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang menangani pembelajaran sistem paket dan keterampilan kerja," papar Anas.

Di awal tahun, ini merupakan rakor awal yang digelar Anas. Sejumlah rakor dengan melibatkan beberapa kepala dinas hingga jajaran kepala bidang digelar estafet dalam sehari penuh. Semua harus melaporkan kinerja dan target 2017.

Rakor dimulai dari bidang pendidikan, rakor kesehatan, UMKM, pertanian, pelayanan publik, dan perdesaan hingga dua hari ke depan.

"Semua rinci cara mempercepat target 2017. Jadi Senin 9 Januari depan sudah langsung lari semua. Libur telah usai, saatnya genjot lagi," ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Sulihtiyono menambahkan, pendataan anak putus sekolah tersebut lengkap berdasarkan nama dan alamat (by name by address). Setelah Garda Ampuh diluncurkan, yang sudah diintervensi lewat dana pemerintah sebanyak 1.935 anak. Sisanya diintervensi melalui dana swadaya, dunia usaha, dan gerakan Siswa Asuh Sebaya (SAS) yang menghubungkan anak dari keluarga mampu dengan anak dari keluarga kurang mampu.

"Jadi ini kerja keroyokan. Sebenarnya kan biaya dasar sekolah itu sudah gratis, tapi ada biaya seperti transportasi jika rumah si anak jauh dari sekolah. Atau biaya seperti beli sepatu. Nah biaya seperti itu yang dibantu agar anak tetap bisa sekolah. Buku-buku pengetahuan umum juga dibantu agar pengetahuannya semakin meningkat," papar Sulihtiyono.

Dia menjelaskan, Garda Ampuh juga mengintegrasikan sistem pendidikannya dengan PKBM, termasuk pembelajaran Paket A, Paket B, dan Paket C. Untuk anak yang mengikuti Paket A, pemerintah daerah menyiapkan dana Rp960.000 per anak, Paket B Rp1,4 juta per anak, dan Paket C Rp1,7 juta per anak.

"Kita menyesuaikan dengan kondisi sosiologis anak. Misalnya, dia dari segi usia sudah di atas usia anak SMA, tapi dulu putus sekolah pas kelas XI SMA, ya dimasukkan ke Paket C. Di PKBM sekaligus belajar keterampilan kerja," terang Sulihtiyono.

Tahun ini, sambung dia, Pemkab Banyuwangi mengalokasikan dana Rp4,5 miliar untuk gerakan pengentasan anak putus sekolah.

"Jadi gerakan ini kan berkelanjutan. Yang sudah kembali sekolah, tidak kami tinggal. Terus kami dampingi. Sudah disiapkan dana itu. Pokoknya kami ingin tidak ada lagi anak putus sekolah. Semuanya by name by address terus dipantau dan dikawal," pungkas Sulihtiyono.

sumber:https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3388880/garda-ampuh-banyuwangi-berhasil-entaskan-5-ribu-anak-putus-sekolah 

Perluasan kesempatan belajar merupakan salah satu cara untuk mengurangi bahkan menghilangkan prasangka dan diskriminasi, seperti yang dilakukan garda ampuh Banyuwangi tersebut mereka memberika kesempatan bagi anak-anak putus sekolah demi masa depan yang lebih baik lagi, seharusnya kegiata seperti ini dapat dilakukan di seluruh wilayah Indonesia, karena selalin membantu anak-anak putus sekolah kegiatan seperti ini mampu memperkuat solidaritas antar masyarakat.
Semoga kedepannya kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan di daerah-daerah lain juga, agar negara kita menjadi negara yang lebih baik dari sebelumnya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bagaimana Memilih Produk Tabungan

5 PROFESI YANG TERKAIT DENGAN SISTEM INFORMASI