Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2017

PERLUASAN KESEMPATAN BELAJAR

Gambar
Banyuwangi - Kinerja Gerakan Daerah Angkat Anak Putus Sekolah (Garda Ampuh) yang digalang Pemkab Banyuwangi selama hampir setahun tercatat mampu mengentaskan 5.093 anak putus sekolah. Sejak diluncurkan pada Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2016 lalu, kini tersisa 98 anak putus sekolah. Semuanya saat ini sedang dalam proses penanganan agar bisa menuntut ilmu secara formal. "Selain berdampak langsung menyelamatkan masa depan anak, gerakan ini memperkuat solidaritas sosial masyarakat, karena semua ikut serta membantu, tidak hanya Dinas Pendidikan, tapi juga ormas, dunia usaha, tokoh masyarakat, dan sebagainya," ujar Anas saat menggelar Rapat Koordinasi Bidang Pendidikan di Banyuwangi, di aula Rempeg, Kamis (5/1/2017). Terkait sisa 98 anak putus sekolah yang belum dientaskan, sambung Anas, pihaknya masih melakukan pendekatan. Lantaran sebagian dari anak putus sekolah itu sudah benar-benar tidak mau bersekolah. "Memang ada yang meski sudah didekati, tetap ti...

AGAMA DAN MASYARAKAT

Gambar
Jakarta - Toleransi dinilai masih menjadi tantangan untuk bangsa Indonesia saat ini. Mabes Polri menyebut ada empat faktor yang bisa memicu konflik intoleransi di Indonesia. Kabag Mitra Biro Penmas Divhumas Polri Kombes Awi Setiyono menyebutkan empat hal yang dapat memicu konflik. Hal itu ia sampaikan dalam acara bertajuk 'Bincang Perdamaian: Potret Toleransi di Indonesia Tahun 2017' yang diadakan di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Kamis (5/1/2017). "Ada empat faktor yang dapat memicu konflik," ujar Awi. Faktor pertama adalah perbedaan dalam memahami ajaran secara tekstual. Hal ini menghasilkan pengamalan yang berbeda dalam internal keagamaan. "Ada yang menganggap kelompoknya paling benar, menganggap yang lainnya sesat," imbuhnya. Aksi-aksi penolakan terhadap pendirian rumah ibadah menjadi faktor yang kedua. Awi mengatakan permasalahan bangsa semacam itu bisa membuat NKRI goyah, sehingga sangat perlu dicermati. Faktor ketiga adalah perbe...